Pencarian

Gubernur Sumbar Mahyeldi Apresiasi 7 Buku Guspardi Gaus: Warisan Pemikiran untuk Generasi Muda Minang

Minggu, 02 Agustus 2026 • 16:46:01 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Apresiasi 7 Buku Guspardi Gaus: Warisan Pemikiran untuk Generasi Muda Minang
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menghadiri peluncuran tujuh buku karya Guspardi Gaus di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Sabtu (1/8/2026).

PADANG — Peluncuran tujuh buku Dr. Guspardi Gaus berlangsung di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Sabtu (1/8/2026). Acara bertajuk "Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus" ini menjadi rangkaian peringatan usia ke-70 tokoh Minangkabau tersebut dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penerbitan. Menurutnya, peluncuran buku tersebut merupakan upaya nyata mendokumentasikan gagasan dan pengalaman seorang tokoh agar bisa menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat di masa mendatang.

Alasan Gubernur Dorong Budaya Menulis di Sumbar

Di hadapan para akademisi dan tokoh yang hadir, Mahyeldi menyoroti persoalan klasik: banyak tokoh Sumbar yang berkontribusi besar bagi bangsa, namun pemikirannya tidak terekam dengan baik. Ia menilai hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan.

“Warisan pemikiran harus dituangkan dalam bentuk tulisan agar dapat dipelajari dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Budaya literasi seperti ini perlu terus diperkuat,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.

Gubernur juga mengapresiasi sosok Guspardi yang dinilai mampu memadukan nilai-nilai adat Minangkabau dengan kapasitas intelektual dan pengalaman kepemimpinan. Figur seperti ini, kata dia, layak dijadikan teladan bagi anak-anak muda di ranah Minang.

Isi Tujuh Buku: Rekam Jejak dari Kampus hingga Senayan

Guspardi Gaus menjelaskan, ketujuh buku yang diluncurkan merupakan kumpulan pemikiran, pandangan, serta rekam jejak aktivitasnya selama mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI. Seluruh materi disusun dari dokumentasi berita, catatan pribadi, dan arsip yang ia kumpulkan secara konsisten sejak berkarir sebagai dosen.

Kebiasaan mendokumentasikan setiap kegiatan, kata Guspardi, sudah menjadi tradisi akademik yang ia jaga. Mulai dari masa menjadi dosen, anggota DPRD Sumatera Barat, hingga duduk di kursi DPR RI, semua terekam rapi.

“Berbagi pengalaman melalui karya tulis merupakan salah satu bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” kata Guspardi.

Ia berharap karya-karya tersebut mampu menjadi bahan rujukan sekaligus memotivasi generasi muda untuk berpikir kritis dan aktif berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Sederet Tokoh Hadir dalam Diskusi Panel

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Prof. Musliar Kasim, Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua LKAAM Prof. Fauzi Bahar, serta Ketua Bundo Kanduang Prof. Puti Reno Raudha Thaib. Hadir pula Ir. Hendra Irwan Rahim, Prof. Syukri Iska, dan penulis sejarah Hasril Chaniago.

Dalam kesempatan itu, Guspardi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, para tokoh nasional, akademisi, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya peluncuran buku dan diskusi panel tersebut. Ia berharap tradisi serupa terus tumbuh di kalangan pemimpin dan tokoh masyarakat Sumbar.

Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks