JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa lima daerah di Sumatera Barat telah kembali ke kondisi normal setelah terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Dari total 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sebanyak 16 wilayah sempat terdampak bencana, dan lima di antaranya kini dinyatakan pulih. Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat koordinasi mengenai perkembangan penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Adapun lima daerah yang telah berangsur normal meliputi Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, serta Kabupaten Pesisir Selatan. Menurut Tito, kondisi di wilayah-wilayah tersebut secara umum sudah baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala kecil.
Selain itu, terdapat enam kabupaten dan kota yang kondisinya hampir kembali normal, yakni Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Sementara di Sumatera Utara, dari 18 daerah yang terdampak bencana, lima wilayah telah pulih sepenuhnya, yaitu Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara.
Tito menambahkan bahwa sebagian besar wilayah di Sumatera Utara telah mendekati kondisi normal. Namun demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus, terutama Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.
Ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan jalan provinsi di Tapanuli Selatan masih menghadapi hambatan. Selain itu, permasalahan sedimentasi sungai masih cukup serius, khususnya di Sungai Batang Tor dan Garoga. Menurutnya, wilayah yang paling membutuhkan perhatian terkait kondisi sungai berada di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.