PADANG — Aksi perusakan yang menimpa Kantor Sekretariat PWI Kabupaten Solok Selatan memicu reaksi tegas dari organisasi wartawan tertinggi di Sumatera Barat. Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyatakan penyesalan dan kecaman atas tindakan yang dinilai tidak bisa dibiarkan begitu saja.
"Kita serahkan penanganan sepenuhnya ke pihak berwajib. Ketua PWI Solok Selatan sudah melapor ke Polres setempat," ujar Widya Navies dalam siaran pers yang diterima di Padang, Selasa (19/5/2026) pagi.
Informasi sementara yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa para pelaku perusakan adalah remaja yang diduga sedang dalam pengaruh narkoba atau yang dikenal dengan istilah "nyabu". Kondisi ini membuat Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar, Sawir Pribadi, mendesak aparat untuk bertindak cepat.
"Apapun alasannya, merusak fasilitas PWI adalah tindakan kriminal. Kami berharap Polres Solok Selatan bergerak cepat sebelum pelaku melarikan diri. Potensi itu ada karena kasus ini sudah viral di media sosial," tegas Sawir.
Kantor Sekretariat PWI Solok Selatan yang berlokasi di bekas area Kantor Dinas Kominfo setempat disebut-sebut relatif sepi akhir-akhir ini. Kondisi itu diduga menjadi celah bagi pelaku untuk beraksi.
Akibat perusakan tersebut, sejumlah fasilitas kantor dilaporkan rusak. Kaca jendela kantor pecah berkeping-keping, sementara kursi plastik warna biru yang ada di dalam ruangan juga ditemukan dalam kondisi rusak.
Menyikapi kejadian ini, PWI Sumbar mengimbau seluruh insan pers, khususnya anggota PWI di daerah tersebut, untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan situasi yang berkembang. Widya Navies menekankan pentingnya menjaga profesionalisme.
"Utamakan prinsip yang benar dalam menjalankan tugas secara profesional serta menjunjung kode etik," pesannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Solok Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus perusakan tersebut.