PADANG — Perjalanan Hapkido di Sumatera Barat tidak dimulai dari gedung megah atau anggaran besar. Olahraga bela diri asal Korea Selatan ini justru lahir dari inisiatif segelintir orang yang merintis dojang dari nol pada awal 2017.
Tonggak awal terjadi pada 14–15 Januari 2017, ketika Rolef Leogustri menggagas seminar pertama Hapkido di Kota Padang dengan menghadirkan Master Vincentius "Yoyok" Suryadi, Founder Hapkido Indonesia. Momentum itu menjadi percikan yang kemudian menyulut pendirian dojang-dojang di berbagai daerah.
Dojang Pertama Berdiri Februari 2017
Hanya dua pekan setelah seminar, tepatnya 1 Februari 2017, Yon Deri Karata mendirikan Koto Basaga Hapkido Club di Kota Padang. Dojang ini menjadi pusat pembinaan atlet pertama sekaligus cikal bakal penyebaran Hapkido ke daerah lain.
Pria kelahiran Solok, 28 April 1976, itu kini memegang sabuk hitam DAN 3 WHMAF—tingkatan tertinggi di Sumatera Barat. Ia juga tercatat sebagai pemegang lisensi aktif Pelatih Nasional, Wasit Nasional, dan Wasit Internasional Hapkido.
Dari Solok hingga Pasaman Barat: 17 Cabang Terbentuk
Di bawah kepemimpinan Yon Deri Karata, Hapkido merambah ke Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Agam, Sijunjung, Sawahlunto, Pasaman Barat, hingga Kota Pariaman. Saat ini, dari total 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, hanya Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai yang belum memiliki kepengurusan cabang.
Percepatan ini tidak lepas dari peran Yon Deri yang kini menjabat Sekretaris Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sumatera Barat, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030, dan Ketua Yondeka Premiere Hapkido Club (YPC) Sumatera Barat.
Prestasi Nasional hingga Emas Asia Hongkong 2024
Dalam waktu relatif singkat, Hapkido Sumbar menorehkan prestasi di berbagai level. Mulai dari medali Kejurnas, sukses di PON Papua 2021, hingga raihan emas pada Kejuaraan Asia WHMAF Hongkong 2024.
Tahun 2022, Sumatera Barat dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas V Hapkido Indonesia di Kota Padang. Ajang itu menjadi momentum kebangkitan olahraga bela diri ini di daerah.
Pengakuan Resmi dari KONI pada 2019
Puncak pengakuan institusional terjadi pada 2019, ketika Hapkido Sumatera Barat resmi diterima sebagai anggota KONI Sumatera Barat. Status ini menandai Hapkido sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara resmi di daerah.
Konsistensi pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri melalui seminar teknik, pelatda, ujian kenaikan tingkat, hingga kejuaraan daerah dan nasional menjadi kunci keberhasilan. Kini, puluhan pelatih sabuk hitam aktif tersebar di berbagai daerah dan menjadi tulang punggung pembinaan atlet muda Sumatera Barat.
Filosofi “HAPKIDO, The Way of Harmony” menjadi landasan perjuangan Yon Deri Karata dalam membina atlet dan organisasi di Sumatera Barat. Dengan latar pendidikan Strata 2, ia tidak hanya membangun Hapkido sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, disiplin, mental juang, dan persaudaraan.**(yans)