Pencarian

Anggaran Rp670 Miliar Mengalir untuk Pemulihan Jalan Malalak Agam Pascabencana, Warga Masih Bergantung pada Jembatan Darurat

Selasa, 19 Mei 2026 • 14:28:05 WIB
Anggaran Rp670 Miliar Mengalir untuk Pemulihan Jalan Malalak Agam Pascabencana, Warga Masih Bergantung pada Jembatan Darurat
Alat berat terus bekerja memperbaiki jalan Malalak Timur pascabencana, Senin (18/5/2026).

LUBUK BASUNG — Warga Malalak Timur, Agam, masih harus bersabar melintasi jembatan darurat setiap hari. Alat berat terus bekerja di lokasi terdampak bencana, Senin (18/5/2026), sebagai bagian dari penanganan darurat yang tengah berlangsung.

Bencana yang menerjang November 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur parah. Jalan utama penghubung antar nagari di Malalak nyaris lumpuh total, memutus akses warga selama berbulan-bulan.

Anggaran Rp670 Miliar untuk Pemulihan Jalan

Pemerintah pusat menganggarkan dana Rp670 miliar untuk penanganan jalan Malalak secara menyeluruh. Angka ini mencakup tahap darurat hingga pembangunan permanen yang direncanakan rampung dalam dua tahun ke depan.

Tahap pertama yang kini berjalan adalah penanganan darurat. Pengerjaan difokuskan pada pembukaan akses sementara dan perbaikan titik-titik kritis agar warga bisa kembali beraktivitas.

Jembatan Darurat Jadi Andalan Warga Sejak November 2025

Sejak bencana melanda, jembatan darurat menjadi satu-satunya akses bagi warga Malalak Timur untuk menyeberangi sungai dan mencapai pasar atau fasilitas kesehatan. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

Setelah tahap darurat selesai, pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur permanen. Proyek ini mencakup perbaikan badan jalan, drainase, dan jembatan permanen di sejumlah titik rawan longsor.

Pengerjaan Bertahap hingga 2027

Penanganan jalan Malalak dilakukan secara bertahap. Tahap darurat berlangsung hingga September 2026, dilanjutkan pembangunan permanen yang ditargetkan selesai pada 2027.

Warga berharap proses pemulihan berjalan sesuai jadwal. Sebagian dari mereka mengaku masih kesulitan mengangkut hasil pertanian akibat akses yang terbatas.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks