Pencarian

IHSG Buka Melemah 0,05 Persen ke 5.640, Indeks LQ49 Ikut Tertekan di Awal Perdagangan

Rabu, 01 Juli 2026 • 12:24:01 WIB
IHSG Buka Melemah 0,05 Persen ke 5.640, Indeks LQ49 Ikut Tertekan di Awal Perdagangan
IHSG dibuka melemah 0,05 persen ke posisi 5.640,61 pada awal perdagangan Rabu.

JAKARTA — Pergerakan indeks saham utama Tanah Air masih berada di bawah tekanan pada awal sesi perdagangan Rabu. IHSG dibuka turun 2,58 poin atau setara 0,05 persen, tepat di angka 5.640,61.

Kondisi serupa terjadi pada kelompok 45 saham paling likuid atau LQ45. Indeks ini turun 0,62 poin (0,11 persen) ke posisi 552,49. Data ini menjadi sinyal awal bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

Level 5.640, Zona Kritis IHSG di Awal Sesi

Level 5.640 menjadi titik perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Pelemahan yang terjadi sejak pembukaan menunjukkan tekanan jual masih mendominasi, meski dengan volume yang relatif terbatas.

Pergerakan IHSG di kisaran ini kerap dianggap sebagai area support psikologis. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin indeks menguji level 5.600 dalam beberapa sesi ke depan.

LQ45 Ikut Tertekan, Sektor Likuid Mulai Lesu

Indeks LQ45 yang turun 0,11 persen menandakan saham-saham berkapitalisasi besar juga ikut serta dalam pelemahan ini. Penurunan tipis ini mencerminkan minimnya katalis positif yang mampu mendorong aksi beli sejak awal perdagangan.

Pelaku pasar tampaknya masih menunggu data ekonomi domestik maupun global yang bisa menjadi pemicu pergerakan berikutnya. Volume transaksi yang rendah di awal sesi turut memperkuat sinyal wait and see tersebut.

Data Perdagangan: IHSG dan LQ45 Kompak Melemah

Berdasarkan data BEI yang dirilis pagi ini, IHSG tercatat di 5.640,61, sementara LQ45 berada di 552,49. Selisih poin yang kecil ini menunjukkan pelemahan terjadi secara merata di hampir seluruh sektor.

Pewarta: Muhammad Heriyanto | Uploader: Laras Robert

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks