Berdasarkan data rekapitulasi yang dilaporkan ke pemadam kebakaran setempat, kebakaran paling banyak terjadi di permukiman warga. Selain 12 rumah kediaman, tercatat pula kebakaran kompor atau gas sebanyak dua kejadian, peralatan listrik dan elektronik tiga kejadian, serta pabrik atau gudang tiga kejadian. Kebakaran bangunan lainnya mencapai sembilan kasus, sementara pasar, toko, dan restoran mengalami dua kali kebakaran. Satu gedung juga dilaporkan terbakar dalam periode tersebut.
Prinsip Mencegah Lebih Baik dari Memadamkan
Kepala Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat Handoko mengatakan, timnya tidak hanya siaga di posko, tetapi rutin turun langsung ke lapangan. "Prinsip kami adalah mencegah itu jauh lebih baik daripada sekedar memadamkan," ujarnya di Simpang Empat, Rabu.
Tim pemadam memberikan edukasi berupa sosialisasi pencegahan dini bahaya kebakaran dan simulasi pemadaman api permulaan. Langkah ini dilakukan agar warga benar-benar paham cara penanganan awal saat api pertama kali muncul.
Sasaran Edukasi: dari Permukiman hingga Pabrik Sawit
Handoko menyebutkan, sosialisasi menyasar kawasan permukiman warga, pertokoan, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan nagari (desa), fasilitas kesehatan, hingga perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Kebakaran, menurut dia, sering kali berawal dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian.
Ia mengimbau warga untuk mulai peduli dengan lingkungan sekitar. Caranya dengan rutin mengecek instalasi listrik di rumah, terutama kabel-kabel tua yang rawan memicu korsleting. Warga juga diminta membiasakan diri tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, meskipun hanya sebentar.
Larangan Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Satu imbauan yang ditekankan Handoko adalah menghindari praktik membuka lahan atau membakar sampah sembarangan tanpa penjagaan. "Mengingat tingginya angka kejadian yang bermula dari hal ini," ujar dia. Data menunjukkan kebakaran pohon sawit tercatat enam kali, yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas membakar lahan di area perkebunan.
Pemkab Pasaman Barat berharap dengan edukasi yang masif, angka kebakaran bisa ditekan pada semester kedua 2026. Masyarakat yang melihat potensi kebakaran di lingkungannya diminta segera melapor ke posko pemadam kebakaran setempat.