Pencarian

BPJS Kesehatan: 282,7 Juta Jiwa Peserta JKN pada Akhir 2025, Lebih dari 725 Juta Layanan Kesehatan Dimanfaatkan Sepanjang Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 • 15:31:01 WIB
BPJS Kesehatan: 282,7 Juta Jiwa Peserta JKN pada Akhir 2025, Lebih dari 725 Juta Layanan Kesehatan Dimanfaatkan Sepanjang Tahun
BPJS Kesehatan mencatat 282,7 juta peserta JKN hingga akhir 2025.

PADANG — BPJS Kesehatan merilis data kepesertaan Program JKN yang hampir menyentuh seluruh penduduk Indonesia. Dari total 282,7 juta jiwa peserta, pemanfaatan layanan kesehatan tercatat sangat tinggi, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Sepanjang 2025, lebih dari 725,3 juta layanan kesehatan dimanfaatkan oleh peserta di seluruh Indonesia. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebutkan bahwa angka ini menjadi bukti nyata bahwa program jaminan sosial ini telah menjadi fondasi utama bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Transformasi Digital dan Perluasan Jejaring Mitra

Untuk mempermudah akses peserta, BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), serta Care Center 165. Kemudahan ini didukung oleh jejaring mitra yang luas, mencakup 23.770 FKTP dan 3.194 FKRTL di seluruh Indonesia.

Dengan perluasan ini, peserta tidak lagi kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar maupun rujukan. Transformasi digital juga memangkas waktu antrean dan administrasi, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Aset Bersih DJS Kesehatan Capai Rp30 Triliun, Opini WTM ke-12 Kali

Dari sisi keuangan, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp30,04 triliun. Jumlah ini mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan. BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, menandakan tata kelola organisasi yang akuntabel.

Meski demikian, total biaya pelayanan kesehatan tahun 2025 mencapai Rp191,3 triliun. Sebanyak 26,42 persen di antaranya terserap untuk pembiayaan penyakit katastropik, seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal.

Dampak Ekonomi: Dorong PDB Rp129 Triliun dan Cegah 8,1 Juta Jiwa dari Kemiskinan

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, Program JKN memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun dan menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja baru di berbagai sektor industri terkait.

Lebih dari itu, JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan serta melindungi 16 juta jiwa dari risiko jatuh miskin akibat biaya kesehatan yang tinggi. Angka ini menunjukkan peran strategis JKN dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. "Program JKN bukan hanya soal pembiayaan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ujarnya dalam Public Expose di Jakarta, Kamis.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks