BUKITTINGGI — Sebanyak 60 siswa SMK Pembina Bangsa Bukittinggi mendapat pelatihan langsung dari instruktur safety riding PT Hayati Pratama Mandiri, Selasa (21/7). Mereka tidak hanya diajarkan cara memakai helm standar SNI, tetapi juga teknik membaca potensi bahaya di jalan yang jarang disadari pengendara pemula.
Mengapa Pelajar Jadi Sasaran Utama?
Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Benarivo De Frize, menegaskan bahwa kemampuan mengendarai motor saja tidak cukup. “Keselamatan berkendara bukan hanya tentang kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana membangun sikap disiplin, peduli terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Para pelajar dinilai sebagai kelompok yang paling rentan mengalami kecelakaan karena minim pengalaman dan sering mengabaikan perlengkapan keselamatan. Melalui program bertajuk #Cari_Aman, Honda Hayati berupaya membentuk pengendara muda yang bertanggung jawab sejak dini.
Diskusi Interaktif: Dari Teori ke Simulasi Risiko
Sesi tidak berlangsung satu arah. Setelah menerima materi tentang rambu lalu lintas dan konsentrasi berkendara, para siswa diajak berdiskusi mengenai situasi nyata yang kerap dihadapi di jalan raya. Mereka belajar cara mengambil keputusan cepat untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan siswa selama sesi tanya jawab. Suasana kelas berubah menjadi forum terbuka, di mana pengalaman pribadi di jalan turut dibahas bersama instruktur.
Target Jangka Panjang: Pelopor Keselamatan di Sekolah
Benarivo berharap para peserta tidak hanya menjadi pengendara yang selamat, tetapi juga agen perubahan di lingkungannya. “Kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” katanya.
PT Hayati Pratama Mandiri berkomitmen melanjutkan program ini ke berbagai sekolah, perguruan tinggi, instansi, hingga komunitas di Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi di kalangan pelajar.