Pencarian

Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar, RSUP M. Djamil Padang Ditargetkan Jadi Pusat Rujukan Sumatera

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:13:02 WIB
Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar, RSUP M. Djamil Padang Ditargetkan Jadi Pusat Rujukan Sumatera
Kolaborasi Indonesia dan Arab Saudi resmi diluncurkan untuk memperkuat layanan operasi jantung anak di Sumatera Barat melalui program proctorship di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

PADANG — Kolaborasi lintas negara antara Indonesia dan Arab Saudi resmi digulirkan untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung bawaan pada anak di Sumatera Barat. Program ini melibatkan RSUP Dr. M. Djamil Padang, King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief), Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyebut kerja sama ini bukan sekadar operasi massal. Menurutnya, program proctorship dirancang untuk mentransfer ilmu dan teknologi dari para ahli Arab Saudi dan Harapan Kita kepada tenaga medis daerah.

"Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak-anak tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga memberikan beban fisik, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga. Kegiatan proctorship ini sangat strategis karena tidak hanya memperluas akses pelayanan berkualitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah melalui transfer ilmu pengetahuan," ujar Arry dalam sambutannya.

Kapasitas Operasi Jantung Anak Masih Jauh dari Kebutuhan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan data yang memprihatinkan. Setiap tahun, sekitar satu persen atau 48 ribu bayi yang lahir di Indonesia mengalami kelainan jantung bawaan. Dari jumlah itu, sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera karena kondisi kritis.

Namun, hingga 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak per tahun. Artinya, masih ada ribuan anak yang harus menunggu giliran operasi karena keterbatasan kapasitas rumah sakit dan tenaga ahli.

"Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak," kata Budi.

KSrelief Kirim Tim Ahli, Transfer Teknologi Jadi Prioritas

Budi mengapresiasi konsistensi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang secara rutin mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, program itu dinilai mempercepat alih pengetahuan kepada tenaga kesehatan Indonesia sehingga kemampuan rumah sakit daerah terus berkembang.

Melalui kegiatan proctorship ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera. Rumah sakit tersebut juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.

Arry Yuswandi menambahkan, Pemprov Sumbar mendukung penuh penguatan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas profesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

Siapa Saja yang Hadir dalam Pembukaan Program?

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Aklima, MPH., CMed., FISQua, Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil Padang, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.K.F.M., MARS., FISQua, unsur Forkopimda, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Bagikan
Sumber: sumbar.sigapnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks