PADANG — Dari total kunjungan tersebut, Klinik Mediska Padang mendominasi dengan melayani 7.885 pengguna. Sementara itu, Klinik Mediska Lubuk Alung yang berada di Kabupaten Padang Pariaman tercatat melayani sebanyak 456 pengguna layanan pada periode yang sama.
Integrasi dengan Program BPJS Kesehatan
Fasilitas kesehatan ini terus mengoptimalkan integrasi dengan program pemerintah. Klinik Mediska Padang tercatat telah melayani sebanyak 3.550 pengguna kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau pasien jaminan BPJS Kesehatan.
Kepercayaan publik di ibu kota provinsi juga terlihat dari data kepesertaan. Sebanyak 3.752 orang masyarakat telah resmi memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mereka.
Klinik Mediska Lubuk Alung Segera Layani Pasien BPJS
Manajemen KAI terus berupaya memperluas cakupan layanan. Klinik Mediska Lubuk Alung saat ini sedang mengupayakan percepatan proses kerja sama kemitraan dengan pihak BPJS Kesehatan. Jika terealisasi, warga di sekitar Lubuk Alung dan Padang Pariaman bisa mengakses layanan kesehatan di klinik tersebut menggunakan kartu BPJS dalam waktu dekat.
Tren Pelayanan Stabil Sepanjang 2025
Melihat tren performa tahunan, grafik pelayanan medis jajaran Divre II Sumbar terpantau stabil. Sepanjang tahun 2025 lalu, total akumulasi pelayanan faskes mereka berhasil menjangkau hingga 16.037 pengguna.
Rincian historis pada tahun 2025 tersebut terdiri atas 15.620 pengguna di Klinik Mediska Padang, 417 pengguna di Klinik Mediska Lubuk Alung, serta cakupan 7.272 pasien kepesertaan jaminan sosial BPJS Kesehatan.
Komitmen KAI Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengonfirmasi bahwa eksistensi jaringan Klinik Mediska ini merupakan wujud nyata kontribusi korporasi dalam meningkatkan derajat kesehatan sekaligus kualitas hidup masyarakat Sumatra Barat.
Pihak manajemen juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan berbagai aspek pengembangan berkala. Mulai dari modernisasi fasilitas medis, pengembangan kapasitas SDM tenaga kesehatan, hingga perluasan akses keterjangkauan pelayanan.
Melalui standardisasi pelayanan prima terakreditasi ini, KAI Divre II Sumbar mengundang masyarakat luas untuk tidak ragu memanfaatkan seluruh fasilitas kedokteran yang tersedia demi mendapatkan penanganan medis yang cepat, aman, dan nyaman.