TANAH DATAR — Bencana hidrometeorologi melanda empat nagari di Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat Nagari Padang Ganting, Saruaso, Taluak, dan Koto Tangah sebagai daerah dengan dampak terparah.
Di Nagari Saruaso, situasi paling kritis terjadi di Jorong Saruaso Timur. Delapan warga terpaksa dievakuasi, sementara 18 rumah dan satu kedai terendam banjir. Di Jorong Saruaso Utara, sebanyak 13 rumah dan satu kedai ikut terdampak.
“Sebanyak 23 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa dilaporkan terisolasi. Mereka terdiri dari 15 lansia, satu ibu hamil, serta balita dan bayi,” ujar Kalaksa BPBD Tanah Datar dr. Ermon Revlin. Kondisi serupa juga terjadi di Jorong Saruaso Barat dan Jorong Kubang Landai.
Di Nagari Padang Ganting, luapan Batang Sungai Pagie menjadi penyebab utama banjir. Selain itu, longsor terjadi di dua titik di Jalan Bukit Putuih dan satu titik di Jorong Koto Gadang Hilir. Enam rumah warga di kawasan Simpang Kubu turut terdampak.
Di Nagari Taluak, tepatnya kawasan Setangkai, satu rumah makan terendam banjir. Sebanyak 12 kepala keluarga dengan total 51 jiwa telah diungsikan ke tempat aman. Dua warung dan satu unit sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa arus.
Sementara itu, di Nagari Koto Tangah, petugas mengevakuasi dua orang lansia untuk mengantisipasi risiko lebih besar akibat banjir yang terus meninggi.
BPBD Tanah Datar bersama tim gabungan yang terdiri dari BASARNAS, TNI, Polri, satgas nagari, dan relawan langsung turun ke lokasi. “Tim melakukan penyelamatan, evakuasi warga terdampak, dan pendataan wilayah bencana,” jelas dr. Ermon. Warga yang berada di kawasan rawan bencana segera dipindahkan ke tempat penampungan sementara.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai. Warga diminta menghindari lokasi terdampak jika tidak ada keperluan mendesak dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi longsor atau banjir.
“Tetap tenang, jangan panik, dan pantau informasi dari sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah setempat,” tambahnya. Cuaca buruk diperkirakan masih berpotensi melanda wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.