Target Sebulan Selesai 23 Hari, Padang Pariaman Jadi Kabupaten Tercepat di Sumbar Pulihkan Lahan Sawah Pascabencana

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 19:55:45 WIB
Pemerintah Padang Pariaman sukses selesaikan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana dalam 23 hari.

PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi menggelar tanam serentak di kawasan persawahan Tanah Taban, Rabu (13/5/2026), sebagai tanda rampungnya rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana. Capaian ini menjadikan Padang Pariaman sebagai daerah tercepat di Sumatera Barat dalam merespons instruksi pusat.

Bupati John Kenedy Azis mengungkapkan, target penyelesaian yang diberikan Menteri Pertanian saat kunjungan kerja 14 April 2026 lalu berhasil dipangkas hampir sepekan. “Alhamdulillah, target yang diberikan Bapak Menteri selama satu bulan berhasil kita tuntaskan kurang dari satu bulan, tepatnya dalam 23 hari,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan.

Kerusakan Lahan Capai 1.263 Hektare, Petani Masih Menunggu Bantuan untuk Kategori Berat

Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu meninggalkan kerusakan luas. Data Pemkab Padang Pariaman mencatat total lahan sawah terdampak mencapai 1.263,4 hektare, terdiri dari 446 hektare rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare lahan hilang terbawa arus sungai.

Untuk kategori rusak ringan, seluruhnya telah tertangani melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian. Sementara lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare baru tertangani 198 hektare melalui APBN. Sisanya belum memenuhi syarat minimal hamparan untuk mendapat alokasi bantuan.

Lahan Jagung Juga Terdampak, Belum Ada Skema Rehabilitasi dari Pusat

Bukan hanya sawah, lahan jagung warga juga mengalami kerusakan signifikan. Tercatat 570,35 hektare lahan jagung terdampak, dengan rincian 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, dan 4,3 hektare hilang.

John Kenedy Azis menyampaikan, lahan sawah kategori rusak berat dan lahan hilang akibat abrasi sungai hingga saat ini belum mendapat alokasi bantuan rehabilitasi maupun penggantian lahan dari pemerintah pusat. Hal serupa juga terjadi pada lahan jagung. “Kami mohon dukungan Kementerian Pertanian untuk membantu rehabilitasi lahan sawah rusak berat seluas 450,7 hektare dan lahan hilang 100,5 hektare,” kata Bupati.

Gubernur Sumbar Targetkan Angka Tanam Capai 85 Persen

Kegiatan tanam serentak itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Menteri Pertanian yang diwakili Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Teddy Dirhamsyah, serta unsur Forkopimda. Teddy Dirhamsyah menyebut Sumatera Barat masih berada di angka tanam sekitar 83 persen dan diharapkan bisa naik ke 85 persen, bahkan menuju 100 persen sesuai target Kementerian Pertanian.

“Melalui tanam serentak di Padang Pariaman ini, kita berharap percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan dapat segera tercapai dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Bupati John Kenedy Azis berpesan kepada kelompok tani agar seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di daerah yang menjadi lumbung pangan Sumatera Barat.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: reportaseinvestigasi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top